Surah untuk sang #JanuariPatahHati - DhereNote - Be Inspiring To Your Future of Life

31 Januari 2019

Surah untuk sang #JanuariPatahHati


#JanuariPatahHati

Yeay, kita berada dipenghujung januari tinggal berganti hari dan tiba tiba ingin duduk menyendiri. Hasil menyendiri ini tak banyak, satu, malah kepikiran pada keinginan. Dua, nggak jadi mikir malah buka watsap.

Alhasil, scoroll naik turun kutemukan percakapan beberapa hari yang lalu. Tak disangka tak diduga banyak percakapan yg tersimpan dan sering beberapa kali temanku chat via watsap. Hmm tunggu tidak ingin bercerita sebenernya, tapi pada akhirnya sama saja. Berceloteh tentang masalah dan kisah sedih tentang percintaan.

Terlalu banyak kisah sedih yang mereka ceritakan, lucunya dengan sangat PD waktu itu aku balas cerita kisah mereka dengan standar berulang-ulang kali. Contohnya:ya udah sabar aja, mungkin belum jodoh, kuat , tetep semangat, cwo gak cuma dia. begitulah jawabku.

Oh ya, bahkan jika dicek ulang lagi ada kalanya aku ajari mereka bagaimana cara berdoa. ahah pret ah ren. ngomong apasi ndo ndo?!!?

Apa kalian percaya? aku tidak yakin. mungkin kalian sama sepertiku, ada sebuah masa ketika manusia mempertanyakan jawaban. Ada sebuah kata yang kalian tahu tapi tak mengerti makna. Izinkan aku untuk menulis rangkain kata yang tak begitu indah namun mampu menyadarkanku. 
                                                                                                             Jakarta, 31 januari 2019

Hai, #JanuariPatahHati

 Terimakasih untuk kado terindah yang engkau beri diawal tahun ini. Ya, sungguh aku sangat berterimakasih. Waktu yang tak pernah usai untuk menemaniku walau kau betingkah seperti patung pajangan. Ups, maaf aku tak bermaksud. Tetap saja aku yang selalu harus mengerti.

Beberapa orang itu penipu paling tidak kepada dirinya sendiri.Ia tidak ingin jujur ia tidak ingin kabur ia memilih tetap melebur dengan perkataan bahwa aku bahagia bersamanya.

Dia siapa? Dia yang meninggalkanmu? Dia yang tidak memiliki waktu untukmu? Atau dia yang sedang menjalin hubungan baru tanpa kamu tahu? Begitukah bahagia bagimu?

Bukankah, itu terdengar miris bahkan krisis, Apa yang kamu korbankan untuknya? Hati? Hatimu lelah. Waktu? Untuk siapa? Dia tidak memiliki waktumu. Siapa lagi yang kamu korbankan? Seseorang yang benar-benar mencintaimu? Kamu telah salah memilih.

Lepaskan! Jangan pertahankan hatimu sedang diambang kehancuran.Seharusnya kamu paham saat kamu sedang jatuh cinta.Tapi hanya kamu yang mencoba untuk bangun sendri, tolonglah segara undur diri. Jangan terus bertahan sebab, dia tidak menginginkan.

Mungkin kita butuh istirahat sejenak dan segera memikirkan apa yang harus perlu dilaksanakan, aku tak menyuruhmu untuk berhenti jatuh cinta. Tidak! itu malah membuatmu makin menyiksa. Mungkin perlu membatasi agar tidak terjadi mencintai seseorang membuat lupa bagaimana mencintai diri sendiri.

Cukup ya, sebenernya aku masih ingin melanjutkan celotehan ini. tapi daya waktu belum tepat untuk mempertemukan kita disini. Sampai jumpa di bulan February. 

See U

Posting Komentar

Start typing and press Enter to search