Jejak Ibu. Ya, Engkau Matahariku! - DhereNote - Be Inspiring To Your Future of Life

December 22, 2017

Jejak Ibu. Ya, Engkau Matahariku!


Apa arti Ibu menurut kalian?

Bagiku ibu adalah anugerah tuhan yang telah turunkan beliau dan menciptakan aku dari kandungannya selama 9 bulan itu, ku dirawat, dididik, tanpa ada kata lelah sedikitpun. Kini ku semakin beranjak dewasa walau aku belum berkeluarga, namun jarak kita menjadikanku lebih dewasa. Kenapa begitu? Karena aku harus menjagamu, ayah, dan adik adikku dari kejauhan menjaga keutuhan keluarga kita yang hampir dilandas getaran. Dan sampai detik ini aku masih berjuang walau hasil itu terlampir hanya beberapa lembar, dan memang harus semestinya aku yang lebih berjuang demi terkumpulnya lembaran itu menjadi buku yang tersusun kembali seperti dahulu yang kurasakan.


Rasa hormat ku tak pernah putus kepadamu! ya bundaku. Kasih sayang mu terekat oleh lem cinta yang kau berikan. Rasa amarah ku tak dapat ku ungkapkan selain airmata yang turun. I LOVE YOU SO MUCH.


 Kau tau ibu??
 Lautan mengocok perutnya bersama tawanya.
 Gunung-gunung terkekeh-kekeh juga menertawakanku.
 Langit pun enggan turun hujan pun melihatku sambil meleceh.
 Mereka anggap aku lucu,
Saat aku bilang
"aku akan membalas jasamu ibu".
 Ya!!mereka menertawakanku karena sampai kapanpun aku tak mampu membalasnya.

 Karena engkau seorang IBU



Selamat Hari Ibu,
Salahkah aku mengucapkan ini, Ku ingat 4 tahun yang lalu dalam 3 tahun berturut-turut ku selalu memberikan kejutan padamu. Mulai dari rangkaian bunga yang waktu itu aku duduk di bangku SMP mengumpulkan uang jajan dan apakah aku langsung memberikannya depan hadapan bunda? sayangnya aku tak mampu memberikan langsung dan menatapnya. Lagi lagi aku selalu mengulangi hal itu sampai SMK dengan lain benda. Ku bahagian semua yang ku berikan terpajang rapi di dinding rumahku.

Namun Perkataan Bundalah yang ku ingat.
 "Kak, sayang duitnya. tak usah tahun berikutnya ngasih kejutan apalah ini itu , bunda sudah bahagia memiliki kamu dan adik-adikmu, cukup jadi orang yang bermanfaat di dunia dan selalu menjadi kebanggaan keluarga serta selalu menyayangi keluarga tanpa terhentinya waktu"

Yes, itulah dan tahun ini apa yang terjadi. Tepat banget semalam bunda bersama adik adikku ke jakarta dan pagi ini saat berangkat ke tempat dimana aku mencari apa ya? Ya sebut saja mencari uang untuk memenuhi kebutuhan dan bukan membuat kaya. OK. Ya. ku peluk bunda dan mengungkapkan apa yang ada dihati terpendam , cielah. Udahlah kalian juga bisa merasakannya. Ya pokoknya bahagia deh bisa memeluk bunda dengan usiaku sekarang. Dan melawan gengsi itu.


OH IYA. Kan tadi dheren bilang ya, kini ku sudah beranjak dewasa cie.. NAH, Karena semakin dewasa aku mulai mulai deh smencari tau apakah besasal dari manahkah hari ibu? karena dulu yang aku tau ya hanya ikutikutan. Setelah yang aku cari tau apa, banyak sekali PRO dan KONTRA dalam hal ini. Ada yang bawa-bawa nama agama dan sejarah.

Jadi. Apa artinya kehidupan yang mewah, jabatan yang tinggi, harta melimpah, kehidupan yang berkecukupan, tapi kita lupa ibu kita.
Apakah hanya hari ini kita ingat ibu kita?
Sedangkan ibu kita mengingat kita dalam doa doanya sepanjang hidupnya.

Dari 365 hari, hanya satu hari dia sisihkan untuk ibunya?

Layakkah itu?
Layakkah itu?
Layakkah itu?
Dia mengandungmu selama 9 bulan... Lalu melahirkanmu dengan bertaruh nyawa.

Jika umurmu 60 tahun, makan hanya 60 kali dalam hidupmu mengistimewakan ibumu.

Layakkah itu?

Sedangkan ia, mengistimewakanmu sepannjang hidupnya, setiap helaan nafasnya.
Lihat jejaknya pada dirimu.
Dengan kasih sayangnya, dengan cintanya, dengan penjagaannya, dengan doa doanya, kamu bisa berdiri tegak menatap dunia.

Lalu kamu hanya menyisihkan satu hari untuk mengenang dan memberi hadiah padanya.
Layakkah itu?
Apa artinya cinta semua manusia, jika cinta ibumu tak bisa kau rasa?

Tahukah kamu, jihadnya seseorang akan ditunda jika iya masih memiliki orang tua yang suyukh untuk dirawat?
Tahukah kamu, sekiranya menggendong ibumu sambil thawaf di depan ka'bah tidak sebanding dengan setetes darah saat melahirkanmu?
Tahukah kamu, jika emas sebesar dua gunung uhud kau beri padanya tak akan mampu mengganti setetes air mata saat mengandung dan menyapihmu?

Layakkah kamu hanya memberi satu hari dari hari harimu?
Layakkah?

Apakah itu manusiawi?
Mengapa kamu hanya ingat hari ini?
Ke mana kamu selama ini?

Coba deh kalian cari tau juga, dan berpendapatlah. Jangan hanya ikut ikutan. Setelah tau apa apa dan apa? cukup berfikir dengan otak. oke. Orang ngomong ini!ikut. Ngomong itu ikut! Dan saling intropeksi diri. Aku juga sama manusia biasa yang tak terlupus dai kesalahan dalam hal apapun itu.


Tapi jangan jadikan hidup yang serba ikut ikutan yang membuat kamu tidak berkembang. Ya, Oke gak? Iyalah ya, Karena mengucapkan tidak akan salah apalagi memberikan kejutan/hadiah. Yang penting jangan menimbulkan rasa cinta hanya satu hari saja, ya. Jangan lupa bersyukur ya! Kenapa? Karena bersyukur itu akan menimbulkan kebahagiaan.


Post a Comment

Start typing and press Enter to search